Air Mata Sukma
Bahagiaku kau campuri kecewa
Kau sajikan dalam gelas kaca
Ku teguk di ujung senja
Lamat lamat merepih jiwa
Bunga bunga cinta semakin merana
Terkulai di sudut dalam bejana
Perlahan layu merebah terkesima
Menunggu saatnya tenggelam bersama
Kemana embun yang membasuh luka
Saat pagi menghantarkan sang surya
Dimana nyanyian alam semesta
Yang menghibur diri dalam sengsara
Kan kutelan semua resah dan kecewa
Yang kau suguhkan tanpa bicara
Menepiskan segala renjana
Yang dulu selalu menjadi raja
Airmataku tertelan ke dalam sukma
Menjadi bahan bakar penyulut raga
Kuredam dengan segenggam setia
Menepiskan segala luka di jiwa
Kau sajikan dalam gelas kaca
Ku teguk di ujung senja
Lamat lamat merepih jiwa
Bunga bunga cinta semakin merana
Terkulai di sudut dalam bejana
Perlahan layu merebah terkesima
Menunggu saatnya tenggelam bersama
Kemana embun yang membasuh luka
Saat pagi menghantarkan sang surya
Dimana nyanyian alam semesta
Yang menghibur diri dalam sengsara
Kan kutelan semua resah dan kecewa
Yang kau suguhkan tanpa bicara
Menepiskan segala renjana
Yang dulu selalu menjadi raja
Airmataku tertelan ke dalam sukma
Menjadi bahan bakar penyulut raga
Kuredam dengan segenggam setia
Menepiskan segala luka di jiwa
Komentar
Posting Komentar