Hanifa Sabila
Sayangku,
Tak terasa waktu telah banyak berlalu
Dan engkau semakin membuat rindu
Kini terasa berat hidupku
Menjauh meninggalkan dirimu
Kadang butiran air bening basahi pipiku
Saat terlintas bayang dirimu
Yang menangis pandangi diriku
Saat kau katakan jangan pergi di perpisahan itu
Masih terasa erat dekapanmu
Saat butiran air genangi matamu
Membuat rindu semakin memburuku
Di sni aku tersenyum
Saat pandangi gambarmu yang tersenyum
Membuat rindu semakin menghanyutkanku
Terlintas dalam benakku
Senyummu dalam pertemuan itu
Membuat rindu semakin menikamku
Buah hatiku,
Sayangilah bundamu
Seperti yang telah ia berikan segalanya untukmu
Jagalah adik adikmu
Seperti ayah yang selalu menjagamu
Karena engkaulah buah hatiku
Permataku,
Kilaukanlah kami dengan cahaya imanmu
Tunjukkan kami jalan yang terbaik
Karena engkaulah hanifa sabilaku
Kekasihku,
Jangan gentar hadapi duniamu
Karena aku kan selalu mendekapmu
Menjagamu sampai saatnya nanti
Karena engkaulah kebanggaanku
Denpasar, 13072004
Tak terasa waktu telah banyak berlalu
Dan engkau semakin membuat rindu
Kini terasa berat hidupku
Menjauh meninggalkan dirimu
Kadang butiran air bening basahi pipiku
Saat terlintas bayang dirimu
Yang menangis pandangi diriku
Saat kau katakan jangan pergi di perpisahan itu
Masih terasa erat dekapanmu
Saat butiran air genangi matamu
Membuat rindu semakin memburuku
Di sni aku tersenyum
Saat pandangi gambarmu yang tersenyum
Membuat rindu semakin menghanyutkanku
Terlintas dalam benakku
Senyummu dalam pertemuan itu
Membuat rindu semakin menikamku
Buah hatiku,
Sayangilah bundamu
Seperti yang telah ia berikan segalanya untukmu
Jagalah adik adikmu
Seperti ayah yang selalu menjagamu
Karena engkaulah buah hatiku
Permataku,
Kilaukanlah kami dengan cahaya imanmu
Tunjukkan kami jalan yang terbaik
Karena engkaulah hanifa sabilaku
Kekasihku,
Jangan gentar hadapi duniamu
Karena aku kan selalu mendekapmu
Menjagamu sampai saatnya nanti
Karena engkaulah kebanggaanku
Denpasar, 13072004
Komentar
Posting Komentar