Commuter Line Malam
Di sisa senja yang kan beranjak pergi
Bersama mereka yang pergi sejak pagi tadi
Ikhlaskan diri tunaikan janji
Menuju selatan dari stasiun ini
Seperti yang telah dijanjikan
Rel besi mengantarkan dia datang
Ratusan orang menatap harap
Ratusan orang bersiap-siap
Dengan sisa tenaga yang tersisa
Saling dorong mencari leluasa
Tak lagi peduli pria atau wanita
Hukum rimba di sini berkuasa
Wajah wajah letih berjajar tertepi
Menatap sendu senja yang telah pergi
Sesekali terdengar suara suara mengeluh
Karena tubuh hampir rubuh
Aku di sini meyaksikan semua ini
Sekejap kereta menggeliat perlahan
Mengantar wanita yang masih sempat berdandan
Di sebelahnya duduk lelaki tua beruban
Dengan kerut wajah beratnya beban
Aroma keringat bercampur parfum murahan
Menyeruak menambah sesak ruangan
Tak peduli tak ada lagi ruang pijakan
Penghuni baru terus dimasukkan
Di sudut lain seorang lelaki khusyuk mengaji
Bibirnya bergerak dengan suaranya yang lirih
Apakah dia lelaki yang tadi pagi ?
Dengan wajah teduh dan jenggotnya yang rapih
Aku masih di sini menyaksikan semua ini
Kereta bergerak terus ke selatan
Semakin cepat membawa rindu yang tertahan
Membawa segala harapan yang panjang
Membawa semua cerita jutaan orang
Kursi dan dinding kereta jadi saksi bisu
Dan aku hanya bisa menyaksikan itu
#Manggarai-Depok,04122018#
Bersama mereka yang pergi sejak pagi tadi
Ikhlaskan diri tunaikan janji
Menuju selatan dari stasiun ini
Seperti yang telah dijanjikan
Rel besi mengantarkan dia datang
Ratusan orang menatap harap
Ratusan orang bersiap-siap
Dengan sisa tenaga yang tersisa
Saling dorong mencari leluasa
Tak lagi peduli pria atau wanita
Hukum rimba di sini berkuasa
Wajah wajah letih berjajar tertepi
Menatap sendu senja yang telah pergi
Sesekali terdengar suara suara mengeluh
Karena tubuh hampir rubuh
Aku di sini meyaksikan semua ini
Sekejap kereta menggeliat perlahan
Mengantar wanita yang masih sempat berdandan
Di sebelahnya duduk lelaki tua beruban
Dengan kerut wajah beratnya beban
Aroma keringat bercampur parfum murahan
Menyeruak menambah sesak ruangan
Tak peduli tak ada lagi ruang pijakan
Penghuni baru terus dimasukkan
Di sudut lain seorang lelaki khusyuk mengaji
Bibirnya bergerak dengan suaranya yang lirih
Apakah dia lelaki yang tadi pagi ?
Dengan wajah teduh dan jenggotnya yang rapih
Aku masih di sini menyaksikan semua ini
Kereta bergerak terus ke selatan
Semakin cepat membawa rindu yang tertahan
Membawa segala harapan yang panjang
Membawa semua cerita jutaan orang
Kursi dan dinding kereta jadi saksi bisu
Dan aku hanya bisa menyaksikan itu
#Manggarai-Depok,04122018#
Komentar
Posting Komentar